Hindari Stres pada Bayi Sejak dalam Kandungan
Ungkapan 'makan untuk dua orang' selama kehamilan memiliki arti lebih
luas daripada sekadar kesehatan fisik. Seorang ibu yang makan menu
tinggi lemak selama kehamilan cenderung menjadikan bayinya lebih
agresif atau memiliki kecemasan berlebih.
Sebuah studi yang dilakukan Pusat Penelitian Primata Nasional, di
Beaverton, Oregon, menemukan bahwa bayi-bayi kera yang ibunya memiliki
pola makan tinggi lemak selama kehamilan lebih rentan terkena stres dan
kecemasan dibanding dengan ibu yang makan diet sehat.
Meskipun penelitian ini dilakukan pada kera, ada banyak kesamaan
dengan kehamilan pada manusia. Sebab, terdapat kedekatan fisiologi
antara manusia dan primata tersebut, ungkap Kevin Grove seperti dikutip
LiveScience.
Studi membedakan diet dari kelompok kera yang sedang hamil. Satu
kelompok kera betina dengan diet 35 persen lemak, dan lainnya diet
rendah lemak sebesar 13 persen. Ketika bayi berumur satu bulan, pemimpin
peneliti Elinor Sullivan membuat para bayi dalam kondisi stres, yaitu
kehadiran manusia asing di dekat kandang dan mainan baru dalam kandang
mereka.
Hasilnya, dari seluruh bayi, 78 persen bayi yang ibunya makan diet
tinggi lemak bereaksi dengan cemas atau lebih agresif. Sementara hanya
11 persen di antara bayi kera dengan ibu diet rendah lemak yang
memperlihatkan reaksi negatif.
Lebih mengejutkan lagi, para peneliti menyebutkan, kegemukan ibu
tidak mempengaruhi bayi melainkan kadar menu diet selama kehamilan. Ibu
dengan berat rata-rata tetapi memiliki diet buruk, menurunkan stres dan
kecemasan kepada bayi mereka setelah lahir. Gejala kecemasan pada bayi
dapat dikurangi jika seorang ibu beralih ke diet yang lebih baik selama
kehamilan.
(sumber)
