Jangan sepelekan sariawan. Gangguan ini menimbulkan nyeri sehingga
biasa membuat penderitanya enggan makan. Namun, ada cara alami untuk
mengatasinya, yakni sisik naga. Tanaman ini juga berkhasiat sebagai
antiradang, analgesik, hemostatis, dan antitusif.
Secara umum,
sariawan adalah penyakit berupa luka di mulut. Menurut Dr Setiawan
Dalimartha, ada beberapa penyakit yang menyebabkan luka pada rongga
mulut.
Sariawan gusi (Ginggivostomatitis plaut vincent) adalah salah satu jenis penyakit rongga mulut yang disebabkan kuman Bacillus ficiformis dan Borellia vincenti.
Keberadaan kuman ini dapat menyebabkan seluruh gusi meradang. Batas
antara gusi dan pipi akan penuh dengan bintik berupa luka kecil sebesar
kepala jarum pentul dan secara makroskopik tampak sebagai garis putih.
Sariawan aftosa (Stomatitis aftosa),
berupa luka dangkal dengan permukaan berwarna putih. Dimulai dari
gelembung yang kemudian pecah meninggalkan suatu luka yang dangkal.
Luka ini menimbulkan nyeri hebat meski tak disertai demam.
Penyebab Tak Jelas
Penyebab sariawan tak jelas. Namun, kata Dr Setiawan, beberapa bukti
faktor penyebab, antara lain, kurangnya vitamin C dalam darah, trauma,
alergi terhadap cabai, nanas, atau gangguan hormonal, semisal sewaktu
haid atau stres.
Sariawan menyebabkan rasa nyeri pada mulut dan
akan bertambah parah bila daerah sekitarnya tertarik karena pergerakan
sewaktu mengunyah makanan. Sariawan memang akan sembuh sendiri dalam
waktu kurang dari empat minggu, tetapi cenderung akan berulang. Untuk
menghindarinya, disarankan menjauhi faktor penyebab, semisal makanan
pencetus alergi.
Ada banyak herbal yang dapat digunakan untuk
mengatasi gangguan luka di sekitar mulut itu, salah satunya sisik naga.
Sisik naga dalam pengobatan tradisional China sifatnya manis, sedikit
pahit, dan dingin. Tanaman ini epifit atau menumpang pada pohon lain,
tetapi bukan tergolong tanaman parasit karena dapat membuat makanan
sendiri.
Tanaman bernama Latin Drymoglossum piloselloides
ini merupakan tanaman Asia tropis. Biasa tumbuh liar di hutan, ladang,
dan tempat lainnya pada daerah yang agak lembab, mulai dari dataran
rendah hingga ketinggian 1.000 meter di atas permukaan laut.
Tanaman
bernama daerah picisan (Sumatera) dan pakis duwitan (Jawa) ini tumbuh
di batang dan dahan pohon. Akar rimpangnya panjang, kecil, merayap,
bersisik, panjang 5-22 cm, dan melekat kuat.
Daun yang satu dengan
yang lainnya tumbuh dengan jarak pendek. Bertangkai pendek, tebal
berdaging, berbentuk jorong atau jorong memanjang, ujung tumpul atau
membundar, pangkal runcing, tepi rata, permukaan daun tua gundul dan
berambut jarang pada permukaan bawah, serta berwarna hijau sampai
kecoklatan. Ukuran daun yang berbentuk bulat sampai jorong hampir sama
dengan uang logam picisan sehingga dinamakan picisan.
Mengandung Atsiri
Tanaman
bernama China, Bao Shu Lian, ini khasiatnya sebagai antiradang,
penghilang nyeri (analgesik), pembersih darah, penghenti perdarahan
(hemostatis), memperkuat paru-paru, dan sebagai obat batuk (antitusif).
Sisik naga juga mengandung minyak atsiri, sterol atau triterpen, fenol,
flavonoid, tanin, dan gula.
Hasil penelitian yang dilakukan L
Nuraini Susilowati di Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada tahun
1988, ekstrak alkohol daun sisik naga mempunyai aktivitas menghambat
pertumbuhan Escherichia coli. Sementara ekstrak alkohol dan ekstrak airnya menghambat pertumbuhan Sreptococcus aerous.
Bagian
yang digunakan untuk pengobatan adalah daun dan seluruh herba segar
yang telah dikeringkan. Untuk obat minum, rebus 15-60 gram daun, lalu
air rebusannya diminum. Untuk pemakaian luar, gunakan air rebusan herba
segar buat mencuci kudis, koreng, atau obat kumur bagi yang menderita
sariawan atau radang gusi, seperti yang dilakukan Astra.
Cara
penggunaan lainnya, giling herba segar hingga halus. Setelah itu
bubuhkan ke tempat yang sakit, terutama untuk kudis, kurap, radang kulit
bernanah, radang kuku, atau luka berdarah.
Daun tanaman yang
diperbanyak dengan spora dan pemisahan akar ini dapat digunakan untuk
pengobatan gondong (parotitis), TBC kulit dengan pembesaran kelenjar
getah bening (skrofuloderma), sakit kuning (jaundice),
sukar buang air besar (sembelit), disentri, kencing nanah, batuk,
abses paru-paru disertai batuk darah, mimisan, berak darah, muntah
darah, rematik, keputihan (leukore), dan kanker payudara.
Lima resep Bao Shu Lian:
1. Radang gusi (gingivitis)
Bahan:
Daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan hingga bersih, lalu
kunyah. Biarkan ampas tersebut cukup lama di bagian gusi yang meradang,
lalu buang. Lakukan 3-4 kali sehari hingga sembuh.
2. Rematik jaringan lunak (nonartikuler)
Bahan: 15-30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu
rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah dingin, saring.
Ambil airnya. Minum 3 kali sehari, masing-masing setengah gelas.
3. Sakit kuning (jaundice)
Bahan: 15-30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu
rebus dalam 3 gelas air hingga tersisa separuhnya. Setelah dingin,
saring. Ambil airnya. Minum 3 kali sehari masing-masing setengah gelas.
4. Sariawan
Bahan:
Segenggam daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan hingga bersih,
rebus dalam 2 gelas air hingga mendidih, lalu saring. Gunakan airnya
untuk berkumur selagi hangat.
5. Menghentikan perdarahan
Bahan: 30 gram daun sisik naga segar. Pemakaian: Cuci bahan, lalu
giling hingga halus. Setelah diperas, saring. Minum airnya. Lakukan 3
kali sehari hingga sembuh
http://health.kompas.com/read/2010/12/13/08244949/Sisik.Naga..Cara.Jitu.Hentikan.Sariawan