Grosir Celana Kolor

01 September 2009

Asuhan Keperawatan Febris Pada Anak

ASUHAN KEPERAWATAN PADA An... DENGAN FEBRIS
DI RUANG MINA















Disusun Guna Memenuhi Tugas Praktik Klinik Keperawatan Anak
Dengan Pengampu : 1.
2.









2008
ASUHAN KEPERAWATAN PADA An... DENGAN FEBRIS DI RUANG MINA RS...
A. Pengkajian
Tanggal masuk : 21 Januari 2008
Jam masuk : 21.48 WIB
Tanggal pengkajian : 21 Januari 2008
Jam pengkajian : 22.00 WIB
No. RM : 10.3349
1. Identitas pasien
Nama : An...
Umur : 3,5 tahun
Alamat : ... RT 3, .....
Agama : Islam
Nama ayah : Tn. W
Nama ibu : Ny. G.
Pekerjaan ayah : Guru
Pekerjaan ibu : Ibu rumah tangga
Pendidikan ayah : S2
Pendidikan ibu : SLTA / SMEA
Suku / Bangsa : Jawa / Indonesia
Diagnosa medis : Febris

2. Keluhan utama
Ibu An. S mengatakan anaknya panas 4 hari, muntah dan mual bila makan dan minum, lemes, dan nyeri perut.
3. Riwayat kesehatan sekarang
Ibu An. S mengatakan anaknya panas 4 hari terus menerus, mual dan muntah bila makan dan nafsu makan dan minum menurun. Sebelumnya keluarga hanya mengompres anaknya tapi panasnya belum turun juga.
4. Riwayat masa lampau
a. Pre natal
Ny. S mengatakan pada waktu hamil mengalami mual dan muntah dan selalu memeriksakan secara rutin tiap bulan ke bidan.
b. Natal
Ny. S mengatakan melahirkan di tolong oleh bidan di daerah dan pasien lahir pada umur kehamilan cukup bulan pada tanggal 17 Juli 2007 dengan kelahiran berat badan 2,4 kg, panjang bayi 44 cm, G1P1A0, kelahiran anak pertama.
c. Riwayat post natal
Pasien lahir langsung menangis kuat dan langsung minum ASI, pasien belum pernah mengalami sakit sebelumnya baru kali ini di rawat di RS. PKU jamaika, imunisasi yang pernah di dapat lengkap dan tepat waktunya.


5. Riwayat keluarga





Keterangan :
: Laki-laki
: Perempuan
: Penderita / pasien
: Tinggal

6. Riwayat Obsetrik
a. Riwayat Menstruasi
- Monarche : 12 th
- Siklus : 30 hr
- Lama : 69 hr
b. Riwayat Kehamilan
No Anak ke Lahir di Lahir dengan Penolong Jenis berat Keterangan
1 1 RS SC Pr ♀/3000 gr Hidup sehat

c. Riwayat Menikah
Pasien menikah 1 kali selama 1 tahun
d. Riwayat KB
Pasien belum pernah KB
7. Pola Kebiasaan Sehari-hari
a. Nutrisi
Sebelum operasi : pasien mengatakan nafsu makan normal, 3 x sehari, makanan terdiri dari nasi, sayur, lauk, minum 8 gl/hr turgor kulit baik, mukosa bibir lembab.
Setelah operasi : pasien mengadakan nafsu makan meningkat 4 x/hari, minum 8 gl/hari.
b. Istirahat tidur
Sebelum operasi : pasien mengatakan tidur ± 6-7 jam/hari kadang tidur siang ± 2 jam/hari.
Setelah tidur : pasien mengatakan tidur 5-6 jam/hari kadang bangun untuk menyusui anaknya.
c. Personal hygiene
Sebelum operasi : pasien mengatakan mandi 2 x/hari dan gosok gigi 2 x/hari, keramas 2 hari 1x.
Setelah operasi : pasien mengatakan mandi disibin 2 x/hari pagi dan sore.
d. Psikososial dan psikologis
Pasien mengatakan mempunyai hubungan yang baik dengan keluarga dan tetangga. Pasien tampak senang ditunggui oleh keluarganya pada saat ini pasien berada paa tahap “taking hold” dimana pasien sudah mempunyai keinginan dan belum bisa merawat bayinya pasien sudah bisa memberi ASI pada bayinya.
e. Spiritual
Pasien mengatakan beragama Islam atau menjalankan sholat dengan tertib tetapi setelah operasi pasien hanya mampu berdoa saja.
f. Keselamatan
Pasien dalam beraktivitas dibantu oleh keluarga dan perawat.
8. Konsep Diri
a. Identitas diri
Pasien merasa senang dapat melakukan bayinya dengan selamat.
b. Peran
Pasien mengatakan selain menjadi istri dia juga menjadi seorang ibu.
c. Ideal diri
Pasien mengatakan akan merawat bayinya secara mandiri dan tetap memberikan ASI.
d. Harga diri
Pasien mengatakan senang dengan kelahiran anak pertama.
e. Gambaran diri
Pasien mengatakan sedikit terganggu dengan adanya luka SC, tapi pasien bisa menerima pasien mengatakan aktivitas dibantu perawat dan keluarga.
9. Pemeriksaan Fisik
Tanggal 22 Januari 2008
a. Keadaan umum : baik
b. Kesadaran : composmentis
c. Tanda vital : TD : 110/80 mmHg
N : 86 x/menit
S : 366 0C
Rr : 20 x/menit
d. Kepala
Rambut : panjang, bergelombang tampak terikat
Mata : simetris, penglihatan baik
Hidung : fungsi penciuman baik, tidak ada sekret
Telinga : tidak ada serumen, pendengaran baik
Mulut : mukosa bibir kering tidak ada stomatitis
Leher : tidak ada pembesaran kelenjar tiroid
Wajah : tampak meringis menahan diri
e. Dada
Jantung I : IC tidak tampak
P : IC kuat angkat
P : Batas jantung tidak melebar
A : Bunyi jantung I-II simetris
Paru I : Pengembangan dada ka = ki simetris
P : Fremitus seimbang
P : Sonor
A : Bunyi vesikuler
Payudara : areola warna hitam kecoklatan, puting susu menonjol bersih.
f. Abdomen I : Terdapat jahitan sepanjang ± 13 cm baru 1 hari, vertikal
A : Peristaltik usus ± 15 x/menit
P : Tidak teraba massa TFU 3 jari di bawah pusat
P : Tidak kembung
g. Genetalia : tidak ada oedem lochea rubra (merah) dalam jumlah ± 1 pembalut penuh.
h. Ektremitas
Atas : tangan kiri pasien terpasang infus DS 20 tpm colk VII
Bawah : tidak ada oedem
i. Turgor kulit : baik, tidak kering
10. Pemeriksaan Penunjang
Hematologi Angka Normal Satuan
Hemoglobin : 10,5
Jumlah eritrosit : 4,35
Jumlah leukosit : 6,200
Hematokrit : 34
Jumlah trombosit : 210.000
Waktu perdarahan : 3’10’’
Waktu pembekuan 4’35’
Gol. Darah : O Lk : 13.0-18.00 Pr : 11,5-16,5
Lk : 4,5-5,5 Pr : 4.0-5.0
4000-11000
Lk : 40-50 Pr : 37-43
150.000-400.000
1-5
7-t g/dl
mm3
mm3
%
mm3
menit
menit

Tetapi pada tanggal 23 Januari 2008
Obat Injeksi
- Clavamox 3x1
- Kalnek 3x1
- Remopain 3x1
Obat Oral tanggal 24 Januari 2008
- Becom C 1x1
- Trikanasol 3x1
- Kaltropen 3x1
11. Data Fokus
DS : - Paisen mengatakan nyeri pada abdomen pada luka jahitan
- Pasien mengatakan pusing
- Pasien mengatakan belum banyak bergerak dan hanya miring kanan dan kiri
- Pasien mengatakan merasa lemas dan aktivitas masih dibantu oleh perawat dan keluarga
- Pasien mengatakan belum mengerti tentang tekhnik menyusui yang benar, perawatan tali pusat pada bayi
DO :
P : Nyeri dirasakan pasien saat beraktivitas
Q : Nyeri terasa tertusuk dan hilang timbul
R : Nyeri di abdomen
S : Skala nyeri 6
T : Saat pasien mengangkat bayi dan beraktivitas
- Abdomen tampak dijahit vertikal ± 13 cm
- Pasien mandi 2 x/hari dengan disibin perawat dan dibantu oleh keluarganya di tempat tidur.
- Pasien tampak belum mengerti tentang tekhnik menyusui yang benar, perawatan tali pusat pada bayi.
- TD : 110/80 mmHg
S : 86 x/menit
N : 366 0C
Rr : 20 x/menit

B. Analisa Data
No Tanggal Data Fokus Etiologi Problem Ttd
1 DS : ¬- pasien mengatakan nyeri pada abdomen pada luka jahitan
- pasien mengatakan pusing
DO : P : nyeri dirasakan pasien saat beraktivitas
Q : nyeri terasa tertusuk dan hilang timbul
R : nyeri di abdomen
S : skala nyeri 6
T : saat pasien mengangkat bayi dan beraktivitas Terputusnya kontiunitas jaringan Nyeri akut
2 DS : - pasien mengatakan belum banyak bergerak dan hanya miring kanan dan kiri
- pasien mengatakan masih lemas dan aktivitas masih dibantu keluarga dan perawat.
DO : - pasien mandi 2 x/hari dengan disibin perawat dan dibantu oleh keluarga di tempat tidur. Kelemahan fisik Gangguan pemenuhan ADL
3 DS : - pasien mengatakan belum tahu menyusui yang benar dan perawatan tali pusat pada bayi
DO : - pasien belum mengerti tentang tekhnik menyusui yang benar dan perawatan tali pusat Kurang informasi Kurang pengetahuan tentang tekhnik menyusui dan perawatan tali pusat
4 DS : - pasien mengatakan nyeri pada abdomen
DO : - S : 366 0C
- Abdomen tampak dijahit 19 cm Luka jahitan post SC Resti infeksi

Prioritas Masalah :
1. Nyeri akut berhubungan dengan terputusnya kontinuitas jaringan
2. Gangguan pemenuhan ADL berhubungan dengan kelemahan fisik
3. Kurang pengetahuan tentang tekhnik menyusui dan perawatan tali pusat berhubungan dengan kurang informasi.
4. Resti injeksi berhubungan dengan luka jahitan post SC.

C. Intervensi Keperawatan
Dx. I
Tujuan : Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam nyeri berkurang.
KH : - Nyeri berkurang skala nyeri 3
- Wajah pasien tampak rileks
- Tanda-tanda vital dalam batas normal
Intervensi : - Monitor tanda-tanda vital
- Observasi KU pasien
- Kaji skala nyeri
- Berikan suasana yang nyaman dan tenang
- Ajarkan tekhnik relaksasi
- Berikan terapi sesuai program.

Dx. II
Tujuan : Setelah dilakukan keperawatan selama 3x24 jam kebutuhan ADL terpenuhi.
KH : Pasien dapat imobilisasi secara mandiri
Intervensi : - Bantu pasien dalam pemenuhan ADL
- Dekatkan alat-alat yang dibutuhkan pasien
- Motivasi pasien untuk imobilisasi secara bertahap dan mandiri
- Kolaborasi dengan fisioterapi tentang tekhnik ADL yang benar

Dx. III
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 1x24 jam pengetahuan bertambah.
KH : - Pasien sudah tidak banyak bertanya tentang tekhnik menyusui yang benar.
- Pasien dapat mendemonstrasikan cara menyusui yang benar.
Intervensi : - Anjurkan pasien tentang cara menyusui yang benar
- Ajarkan pasien tentang perawatan tali pusat
- Anjurkan pasien untuk mendemonstrasikan cara menyusui yang benar dan perawatan tali pusat
- Observasi pasien saat menyusui
Dx. IV
Tujuan : Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam infeksi tidak terjadi dan tidak terjadi tanda-tanda peradangan.
KH : - Luka bersih kering
- Tidak ada tanda-tanda infeksi dalam luka (rubor, kalor, dolor, tumor, fungsiolesa)
Intervensi : - Monitor tanda-tanda vital
- Observasi tanda-tanda infeksi
- Tindakan luka jahitan kontak air secara langsung
- Kolaborasi pemberian antibiotik
- Observasi hasil laboratorium
- Lakukan perawatan luka (medikasi) sesuai advis dokter
- Anjurkan klien untuk kontrol sesuai jadwal
- Berikan penkes perawatan luka sebelum pulang

D. Implementasi
No Hari/tgl/jam Implementasi Respon Ttd
I Rabu,
23-01-08
07.15

- Mengkaji tanda-tanda vital
- Observasi KU pasien
- Mengkaji skala nyeri S : pasien mengatakan nyeri pada abdomen
O : TD : 110/80 mmHg
S : 366 0C
N : 86 x/menit
R : 20 x/menit
Ekspresi wajah pasien tegang
I,IV 09.00

11.00




11.30



13.00 - Berikan injeksi davamox, calnex 3x1, romopain 3x1
- Mengajarkan tekhnik relaksasi




- Memberikan suasana yang nyaman dan tenang


- Anjurkan klien untuk miring kanan dan kiri S : -
O : obat masuk
S : -
O : pasien mau mendemonstrasikan cara yang diajarkan perawat
S : pasien mengatakan merasa tenang
O : pasien dapat istirahat dengan tenang
S : pasien mengatakan masih sakit untuk gerak
O : ekspresi wajah mringis kesakitan


I

II





I















IV Kamis,
24-01-08
14.15

14.30





16.00










17.00




17.15

- Observasi KU pasien

- Menyibin pasien di tempat tidur





- Kaji tanda-tanda vital
- Kaji skala nyeri









- Mendekatkan alat-alat yang dibutuhkan pasien
- Memotivasi pasien akut mobilisasi secara bertahap dan mandiri
- Mendemonstrasikan pasien minum obat oral sesuai advis dokter

S : -
O : KU baik
S : pasien mengatakan masih nyeri daerah abdomen
O : pasien tampak meringis kesakitan saat bergerak
S : pasien mengatakan masih nyeri pada abdomen
S : TD : 110/80 mmHg
S : 360C
N : 80 x/menit
R : 20 x/menit
Ekspresi wajah pasien tampak meringis saat beraktivitas
S : -
O : pasien belajar beraktivitas secara bertahap

S : -
O : pasien mau minum obat















III












Jum’at,
25-01-08
07.15




08.00



09.00



09.15









10.00


10.15

- Mengkaji KU pasien
- Mengkaji skala nyeri pasien



- Medikasi luka post SC



- Kolaborasi dengan fisioterapi tentang tekhnik ADL yang benar

- mengajarkan pasien cara menyusui yang benar dan perawatan tali pusat
- menganjurkan pasien untuk mendemonstrasikan cara menyusui yang benar dan perawatan tali pusat
- Observasi pasien cara menyusui

- Mengajarkan perawatan luka jahitan di rumah

- Menganjurkan klien kontrol sesuai jadwal

S : pasien mengatakan nyeri berkurang
O : KU baik;
Ekspresi wajah rileks;
Skala nyeri 3
S : pasien mengatakan nyeri berkurang
O : luka bersih tidak ada tanda-tanda infeksi
S : -
O : pasien belajar untuk mobilisasi secara bertahap
S : pasien mengatakan sudah mengetahui cara menyusui yang benar dan perawatan tali pusat
O : pasien dapat mendemonstrasikan cara menyusui yang benar dan perawatan tali pusat
S : pasien mengatakan sudah bisa
O : -
S : pasien mengatakan mau kontrol sesuai jadwal
O : -

E. Evaluasi
Hari/tgl/jam No. Dx Evaluasi Ttd
Jum’at
25-01-08
11.00 I S : Pasien mengatakan nyeri berkurang
O : Skala nyeri 3
TTD : 180/80 N : 84
S : 384 0C R : 20
A : Masalah gangguan nyeri teratasi sebagian
P : - Anjurkan klien untuk menerapkan relaksasi
- Lanjutkan obat oral caltropen 3x1

S : Pasien mengatakan sudah bisa aktivias secara mandiri
O : Pasien tampak aktivitas secara mandiri
A : Gangguan pemenuhan ADL teratasi
P : Intervensi dihentikan

S : Pasien mengatakan sudah tahu tekhnik menyusui dan perawatan tali pusat yang benar
O : Pasien dapat mendemonstrasikan tekhnik menyusui dan perawatan tali pusat yang benar
A : Kurang pengetahuan tentang cara menyusui dan perawatan tali pusat yang benar
P : Intervensi dihentikan

S : -
O : - Luka bekas OP bersih
- Tidak ada tanda-tanda infeksi (rubor, dolor, tumor, fungsiolesa)
A : Resti infeksi tidak terjadi
P : - Intervensi dilanjutkan
- Anjurkan minum obat sesuai dosis
Become 1x1
Caltropen 3x1
Inchonazol 3x1
- Anjurkan klien kontrol sesuai jadwal


















DAFTAR PUSTAKA


Bobak, M. L. Jensen P.M., 2000, Perawatan Maternitas dan Ginekologi (terjemahan), Edisi 1, YIA, PKP, Bandung.

Depkes RI, 1997, Buku Perawatan Ibu dan Anak di Rumah Sakit dan Pusat Kesehatan Masyarakat Pedoman bagi para Kesehatan, Biro Hukum dan Humas Departemen Kesehatan Republik Indonesia, Jakarta

Carpenito L.J., 2000, Diagnosa Keperawatan Aplikasi pada Praktek Klinis, (terjemahan) EGC, Jakarta.

Doenges, M.E. Geisler, A.C. Moorhouse, M.F., 2000, Rencana Keperawatan Pedoman untuk Perencanaan dan Pendokumentasian Keperawatan, (terjemahan), Edisi VIII, EGC, Jakarta.

Farrer. H, 2001, Perawatan Maternitas (terjemahan), EGC, Jakarta.

Hamilton, P.M., 1995, Dasar-dasar Keperawatan Maternitas (terjemahan), Edisi 6, EGC, Jakarta.

Hardjosaputra, S.L.P., Budi Pranoto. G, Sombiring S.U. Kamil, I., 2002, Data Obat di Indonesia, Edisi 10, Jakarta, Grafredlan Medipress.